Indonesia merupakan negara dengan
berbagai kekayaan alam yang melimpah. Tidak dapat dipungkiri lagi,
kekayaan alam ini telah menjadi magnet bagi wisatawan dari berbagai
dunia. Di provinsi Riau, tepatnya di Kuala Kampar, terdapat suatu
fenomena alam unik yang menjadi daya tarik wisata. Fenomena alam ini
adalah Gelombang Bono - adalah sebutan
untuk ombak di Sungai Kampar, Kelurahan Teluk Meranti, Kabupaten
Pelalawan, Riau. Gelombang ini menjadi favorit bagi para peselancar dari
berbagai negara.
Gelombang Bono merupakan peristiwa
bertemunya aliran sungai dan laut di muara sungai. Pertemuan ini
menghasilkan gelombang dan ombak besar bergulung-gulung dan bergerak
dari muara menuju ke arah hulu. Gelombang Bono juga terkenal dengan
sebutan Seven Duhul (Gelombang Tujuh Hantu) dikarenakan gelombang yang
dihasilkan dapat mencapai tujuh gelombang berurutan dan menciptakan
kubah layaknya ombak laut.
Keunikan lainnya adalah, saat air laut
bertemu dengan aliran sungai, akan terjadi gelombang tinggi disertai
dentuman keras seperti suara halilintar yang diiringi hembusan angin
kencang. Gelombang ini mampu mencapai tinggi empat hingga enam meter
dengan kecepatan 40 kilometer per jam.
Bagi masyarakat sekitar, selain
menjadikan fenomena ini sebagai obyek wisata, mereka juga kerap
menggunakan Bono sebagai sarana adu ketangkasan dengan bermain perahu di
atasnya. Sampai saat ini, telah banyak orang mencoba serunya
berselancar diatas Gelombang Bono, mulai dari peselancar Nasional maupun
Internasional. Beberapa peselancar Internasional yang sudah pernah
berselancar dengan Gelombang Bono berasal Dari Perancis, Brasil,
Inggris, Jerman, Kanada, Belgia, Amerika Serikat, Australia, Singapura.








0 komentar:
Komentar baru tidak diizinkan.