Wisata Kawah Ijen di Jawa Timur masih ramai dibicarakan di sosial
media dan masih menjadi favorit para traveler. Di ujung timur Pulau Jawa
tepatnya di perbatasan antara Banyuwangi dan Bondowoso, kamu bisa
memulai perjalanan yang tak akan terlupakan seumur hidupmu!
Berikut adalah 9 alasan Kawah Ijen harus kamu kunjungi paling tidak sekali seumur hidup.
1. Melihat fenomena api biru yang hanya ada di Ijen

Fenomena blue fire ini konon katanya hanya ada di sini. Tak heran,
bukan hanya para traveler saja yang berkunjung ke sana, melainkan juga
para ahli geologi maupun peneliti, banyak yang mengunjunginya. Setiap
saat, banyak turis lokal maupun internasional yang penasaran dengan
fenomena api biru ini.
Waktu yang paling tepat untuk melihat keindahan api biru yang
menyala-nyala adalah dini hari. Waktu pendakian dari Pos Paltuding
kurang lebih 3-4 jam. Jika kamu mendaki pada dini hari, maka bukan hanya
blue fire yang kamu dapat, melainkan juga keindahan sunrise yang epik
dari puncak Ijen.
2. Ijen adalah gunung berapi aktif

Yang perlu diketahui adalah Ijen masih merupakan gunung berapi
aktif. Secara administratif, Kawasan ini berada dalam dua wilayah
kabupaten yaitu Banyuwangi dan Bondowoso. Kawah ini berada di atas
ketinggian 2.368 meter di atas permukaan laut dan merupakan bagian dari
Gunung Ijen, salah satu gunung berapi yang masih aktif di Pulau Jawa.
3. Pemandangannya aduhai, tapi hati-hati dengan gas belerang!

Kawasan Ijen seringkali ditutup karena kandungan belerang yang
terlalu tinggi yang dapat membahayakan para traveler maupun penambang di
kawasan tersebut. Kawasan Ijen dapat sewaktu-waktu ditutup ketika kamu
bahkan sudah sampai di sana.
Para pengelola benar-benar memperhatikan keselamatan pengunjung dan
penambang yang melakukan aktivitas di sana. Ketika kamu sudah memasuki
area kawah pun, asap belerang dengan kadar tinggi bisa-bisa
menghampirimu. Jika tidak kuat, baunya yang menyengat bukan hanya
membuatmu batuk-batuk dan pusing, melainkan juga pingsan bahkan
meninggal dunia.
4. Nah, karena di Ijen ada gas belerang, di sini kamu bisa menjajal perlengkapan keselamatan yang tak sekadar penutup hidung

Untuk menghindari asap beracun yang sewaktu-waktu dapat menghampiri,
para pengunjung disarankan untuk menggunakan masker yang dilengkapi
dengan penyaring udara. Biasanya masker tersebut bisa kamu sewa saat di
pos atau sudah disediakan oleh pemandu jika kamu menyewa pemandu wisata.
Namun sayangnya, banyak traveler yang tak mengindahkan penggunaan
masker tersebut, dan hanya menggunakan masker kain ala kadarnya. Padahal
jika terlalu lama terpapar, asap belarang sangat tidak baik untuk
tubuhmu, dan secara tidak sadara, bibir akan terasa pahit karena asap
belarang tidak tersaring.
5. Traveling adalah tentang pembelajaran. Di sini kamu bisa berguru dari para penambang belerang

Jika kamu mau membuka diri dan tak hanya berfoto-foto saat berada di
tempat wisata, dijamin wawasanmu akan bertambah luas. Karena tempat
baru, orang-orang baru, selalu memberikan perspektif berbeda dalam
hidup.
Ketika bertemu dengan para penambang belerang di Kawasan Ijen, jika
tak sedang sibuk, mereka tak sungkan untuk berbagi cerita, mulai dari
turis yang menyebalkan, cerita hidup mereka yang setiap hari bertaruh
nyawa, atau yang menyenangkan, mendengar mereka bercakap dalam bahasa
lokal.
6. Mencoba mengangkat beban berat yang dipikul penambang

Beban berat yang dipikul oleh penambang di Kawasan Ijen mencapai 80
hingga 100 kg. Kadang, penambang-penambang yang masih merasa kuat
staminanya mampu mengangkat beban yang lebih berat daripada itu.
Beban berat yang setiap hari dipikul penambang, membuat pundak
penambang berubah bentuk menjadi lebih melengkung. Jika beruntung dan
mampu bercakap akrab dengan penambang, kamu akan diperbolehkan mencoba
untuk mengangkat beban hasil tambang. Mereka masih bisa santai
mengangkatnya, namun orang awam? Bisa jadi langsung terjatuh atau tak
mampu mengangkatnya sama sekali.
7. Kamu akan melihat kenyataan, bahwa (masih ada) penambang belerang yang belum sejahtera

Setiap harinya, seorang penambang mampu bolak-balik menuju kawasan
tambang hingga 3 kali. Namun penambang yang sudah tidak muda lagi,
kebanyakan hanya mampu sekali naik dan turun. Yang bikin miris, harga
per kilogram hasil tambangnya masih sangat rendah. Dalam sehari,
penambang hanya mampu membawa pulang uang beberapa puluh ribu saja, itu
pun dengan bertaruh nyawa.
8. Ini yang paling utama: bersua dengan kawah hijau tosca yang instagramable!

Terlepas dari problematika yang setiap hari dihadapi para enambang di
kawasan Ijen, bagi kamu yang ingin traveling ke sana, maka kamu akan
menemukan pemandangan spektakuler kombinasi antara danau kawah ijen yang
berwarna tosca, panjangnya jalur pendakian, dan pemandangan asap
belerang yang selalu mengepul ke langit.
Foto-foto dengan latar belakang kawah ijen dan asap belerangnya sangat instagramable dan menjadi menu wajib yang harus kamu lakukan jika berkunjung ke sana.
9. Menjajal rute sejauh 3 km menuju kawah

Dari pos terakhis sebelum memasuki gerbang menuju puncak Ijen, kamu
akan langsung dihapkan dengan trek yang naik. Jaraknya kurang lebih 2
km, dengan kontur yang terus naik dan sedikit berpasir dan kerikil.
Setelah sampai di puncaknya, kamu bisa menuruni kawah menuju ke bibir
danau dengan jarak kurang lebih 1 km menurun dengan jalur batuan yang
cukup curam.
Saat menyusuri jalur ini, kamu akan sering berpapasan dengan
penambang belerang. Jangan menghalangi jalur penambang belarang untuk
lewat, karena sejatinya jalur yang kamu lalui memang untuk mereka.
Jadilah ‘tamu’ yang baik di setiap destinasi wisata yang kita kunjungi.
1. Lokasi Kawah Ijen
Kawah Gunung Ijen, terletak di perbatasan Bondowoso dan Banyuwangi, Jawa
Timur. Wisatawan pun bisa memilih titik landasan terdekatnya. Bila
menggunakan pesawat, maka bisa memilih tujuan penerbangan ke Banyuwangi,
Malang, dan Surabaya. Setelah itu bisa lanjut menggunakan kendaraan
umum atau pun menyewa.
2. Bisa Melihat Blue Fire
Salah satu tujuan wisatawan datang ke Kawah Ijen adalah ingin melihat
semburan api bewarna biru (blue fire). Bila ingin melihat blue fire
tentu Anda harus mendaki terlebih dahulu. Ketinggian kawah berada
sekitar 2.443 meter dari permukaan laut. Perlu di ketahui, semburan api
biru di Ijen adalah salah satunya dari dua lokasi di dunia selain
Eslandia.
3. Waktu Terbaik Melihat Blue Fire
Wisatawan tidak bisa melihat blue fire sepanjang waktu. Ada waktu-waktu
tertentu untuk menyaksikan keindahannya. Ada pun waktunya adalah sekitar
pukul 02.00 WIB hingga 03.00 WIB.
Petambang sedang mengambil belerang di Kawah Ijen, Jawa Timur.
Petambang sedang mengambil belerang di Kawah Ijen, Jawa
Timur.(KOMPAS/HARRY SUSILO)
4. Penambang di Dasar Kawah
Tidak hanya menikmati panorama alam, tetapi Anda juga bisa menyaksikan
kegiatan dari para penambang di sana. Para penambang tersebut biasanya
turun ke dasar kawah untuk mengumpulkan bongkahan belerang.
Setelah mendapatkannya mereka bawa dan ditampung di puncak gunung. Perlu
diketahui, para penambang begitu memiliki keberanian dan melakukannya
dengan cara konvensional, hanya mengandalkan tenaga dari tubuhnya.
5. Indahnya Matahari Terbit di Kawah Ijen
Momen yang bisa Anda dapatkan di sana adalah indahnya proses matahari
terbit di Gunung Ijen. Dari gunung ini juga wisatawan bisa melihat
indahnya pesona gunung di daerah lain seperti dari timur Kawah Ijen
terlihat puncak Gunung Merapi di Yogyakarta. Lalu juga gunung-gunung
lain seperti puncak Gunung Raung, Gunung Suket, dan Gunung Rante.
Kawah Ijen di Banyuwangi, Jatim.
Kawah Ijen di Banyuwangi, Jatim.(ARSIP PEMKAB BANYUWANGI)
6. Spot Instagramable
Tidak hanya indah dipandang dengan mata telanjang, tetapi Kawah Ijen
juga bisa menjadi spot yang instagramable. Apalagi jika Anda
berkesempatan untuk melihat blue fire, maka bisa Anda abadikan melalui
foto. Selain itu juga Anda bisa berfoto saat pendakian, juga foto dengan
latar indahnya danau atau Kawah Ijen saat pagi hari.
7. Terdapat Taksi Manusia
Salah satu yang bisa Anda temukan di Kawah Ijen adalah taksi atau ojek
manusia. Bukan menggunakan mesin, melainkan ini merupakan alat
transportasi yang terbuat dari gerobak. Nantinya akan didorong oleh
seseorang yang biasanya adalah penambang di sana, dan bisa ditumpangi
oleh wisatawan dengan tarif yang diberikan.
8. Terdapat Homestay
Tak perlu khawatir untuk berkunjung ke Kawah Ijen, sebab di sana sudah
terdapat homestay untuk tempat wisatawan beristirahat. Wisatawan bisa
menyewa kamar untuk menunggu mendaki di pagi hari. Biaya kamar per
malamnya mulai dari Rp 100.000 hingga Rp 500.000.
Pengojek atau supir supir taksi menunggu wisatawan yang ingin
menggunakan jasa ojek atau taksi di sekitar jalur pendakian Gunung Ijen,
Jawa Timur (9/9/2017). Pengojek atau supir taksi itu akan mengantarkan
wisatawan menggunakan gerobak.
Pengojek atau supir supir taksi menunggu wisatawan yang ingin
menggunakan jasa ojek atau taksi di sekitar jalur pendakian Gunung Ijen,
Jawa Timur (9/9/2017). Pengojek atau supir taksi itu akan mengantarkan
wisatawan menggunakan gerobak.(KOMPAS.com / WAHYU ADITYO PRODJO)
9. Rencana Pengadaan Kereta Gantung
Untuk mengembangkan pariwisata di Kawah Ijen, pemerintah pusat dan
daerah berencana membangun cable car atau kereta gantung di sana. Bupati
Azwar Anas berharap kereta gantung ini bisa membantu mereka yang sudah
manula untuk tetap bisa menikmati keindahan Gunung Ijen tanpa harus
turun ke bagian dasar kawah, sehingga bisa melihat blue fire dari kereta
gantung.
10. Wisata Kopi di Kaki Gunung
Usai menikmati indahnya pesona Kawah Ijen, Anda bisa menikmati hidangan
kopi di Dusun Lerek, Kelurahan Gombengsari, Kecamatan Kalipuro,
Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.
Warga di sana menyebutnya kopi lego, kepanjangan dari Lerek-Gombengsari
di mana tempat kopi tersebut tumbuh. Jenis kopinya sendiri adalah
robusta. Wisatawan bisa memetik kopi hingga menikmati kopi di tengah
perkebunan kopi.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Dikunjungi Menteri, Ini 10 Fakta Menarik Kawah Ijen Banyuwangi", https://travel.kompas.com/read/2018/03/02/144700127/dikunjungi-menteri-ini-10-fakta-menarik-kawah-ijen-banyuwangi.
Penulis : Anggita Muslimah Maulidya Prahara Senja
Editor : I Made Asdhiana
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Dikunjungi Menteri, Ini 10 Fakta Menarik Kawah Ijen Banyuwangi", https://travel.kompas.com/read/2018/03/02/144700127/dikunjungi-menteri-ini-10-fakta-menarik-kawah-ijen-banyuwangi.
Penulis : Anggita Muslimah Maulidya Prahara Senja
Editor : I Made Asdhiana
Kawah Ijen yang
terletak di Gunung Ijen, Jawa Timur menjadi daya tarik wisata bagi
wisatawan nusantara mau pun wisatawan mancanegara. Kawah ini memiliki
kedalaman sekitar 200 meter dan luas sekitar 5.466 hektar.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Dikunjungi Menteri, Ini 10 Fakta Menarik Kawah Ijen Banyuwangi", https://travel.kompas.com/read/2018/03/02/144700127/dikunjungi-menteri-ini-10-fakta-menarik-kawah-ijen-banyuwangi.
Penulis : Anggita Muslimah Maulidya Prahara Senja
Editor : I Made Asdhiana
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Dikunjungi Menteri, Ini 10 Fakta Menarik Kawah Ijen Banyuwangi", https://travel.kompas.com/read/2018/03/02/144700127/dikunjungi-menteri-ini-10-fakta-menarik-kawah-ijen-banyuwangi.
Penulis : Anggita Muslimah Maulidya Prahara Senja
Editor : I Made Asdhiana
Kawah Ijen yang
terletak di Gunung Ijen, Jawa Timur menjadi daya tarik wisata bagi
wisatawan nusantara mau pun wisatawan mancanegara. Kawah ini memiliki
kedalaman sekitar 200 meter dan luas sekitar 5.466 hektar.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Dikunjungi Menteri, Ini 10 Fakta Menarik Kawah Ijen Banyuwangi", https://travel.kompas.com/read/2018/03/02/144700127/dikunjungi-menteri-ini-10-fakta-menarik-kawah-ijen-banyuwangi.
Penulis : Anggita Muslimah Maulidya Prahara Senja
Editor : I Made Asdhianaasd
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Dikunjungi Menteri, Ini 10 Fakta Menarik Kawah Ijen Banyuwangi", https://travel.kompas.com/read/2018/03/02/144700127/dikunjungi-menteri-ini-10-fakta-menarik-kawah-ijen-banyuwangi.
Penulis : Anggita Muslimah Maulidya Prahara Senja
Editor : I Made Asdhianaasd
Kawah Ijen yang
terletak di Gunung Ijen, Jawa Timur menjadi daya tarik wisata bagi
wisatawan nusantara mau pun wisatawan mancanegara. Kawah ini memiliki
kedalaman sekitar 200 meter dan luas sekitar 5.466 hektar.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Dikunjungi Menteri, Ini 10 Fakta Menarik Kawah Ijen Banyuwangi", https://travel.kompas.com/read/2018/03/02/144700127/dikunjungi-menteri-ini-10-fakta-menarik-kawah-ijen-banyuwangi.
Penulis : Anggita Muslimah Maulidya Prahara Senja
Editor : I Made Asdhiana
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Dikunjungi Menteri, Ini 10 Fakta Menarik Kawah Ijen Banyuwangi", https://travel.kompas.com/read/2018/03/02/144700127/dikunjungi-menteri-ini-10-fakta-menarik-kawah-ijen-banyuwangi.
Penulis : Anggita Muslimah Maulidya Prahara Senja
Editor : I Made Asdhiana
Kawah Ijen yang
terletak di Gunung Ijen, Jawa Timur menjadi daya tarik wisata bagi
wisatawan nusantara mau pun wisatawan mancanegara. Kawah ini memiliki
kedalaman sekitar 200 meter dan luas sekitar 5.466 hektar.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Dikunjungi Menteri, Ini 10 Fakta Menarik Kawah Ijen Banyuwangi", https://travel.kompas.com/read/2018/03/02/144700127/dikunjungi-menteri-ini-10-fakta-menarik-kawah-ijen-banyuwangi.
Penulis : Anggita Muslimah Maulidya Prahara Senja
Editor : I Made Asdhiana
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Dikunjungi Menteri, Ini 10 Fakta Menarik Kawah Ijen Banyuwangi", https://travel.kompas.com/read/2018/03/02/144700127/dikunjungi-menteri-ini-10-fakta-menarik-kawah-ijen-banyuwangi.
Penulis : Anggita Muslimah Maulidya Prahara Senja
Editor : I Made Asdhiana































